November 15, 2015

All About HIMATIKA

Posted by Unknown at 8:15 AM 7 comments
Hi, folks!
Long time no see anyway. Devi is back! Firstly, I would like to Thank God! finally, I got a topic that can be wrote on my own blog, yeay! xD *.* I have something that I want to tell you about. Tapi sebelumnya aku mau kasih tau dulu nih bahwa postingan ini akan ditulis secara billingual alias campur-campur. Jadi maap-maap kalo ada yang tiba-tiba sakit mata liat postingan ini atau mendadak gagap saat membacanya. Sorry to say but you have to deal with them. Enjoy reading! ^.^

Kemarin merupakan hari dimana aku selesai dengan tugas organisasiku di kampus. Pengalaman menjadi pengurus himpunan mahasiswa jurusan selama 2 periode kepengurusan yang mana disitu aku dikelilingi oleh orang-orang yang luar biasa. Menjadi salah satu hal yang worth it menurutku untuk selalu aku ingat dan aku ceritakan. So, I want to write down my thoughts, my feelings, about some experience that I've made with them, HIMATIKA. Okay, let's find out.

Apa itu HIMATIKA ?

Pertama-tama mari kita mulai dengan pertanyaan ini. Malu bertanya sesat di jalan. Sebelum tersesat kenalan dulu lah gaiis, karena tak kenal maka tak sayang. *-____-* 
HIMATIKA a.k.a Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika, adalah salah satu himpunan mahasiswa atau organisasi mahasiswa di tingkat jurusan dalam hal ini di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SGD Bandung. kalo buat kalian yang udah kuliah dan aktif berorganisasi pastinya udah tahu ya tentang tingkatan dan macam-macam organisasi yang ada di kampus/universitas itu kayak gimana. Nah kalo diantara kalian yang istilahnya masih newbie, mungkin belum begitu ngerti sama yang beginian. (FYI, dulu aku juga kaya gitu ko, gak ngerti apa-apa kan masih newbie  juga, hihi).
For instance, when you were young (LOL) in Junior High School and Senior High School, obviously you're familiar with this following term: OSIS. yakhaaaan ??? 
Yaps, OSIS a.k.a Organisasi Siswa Intra Sekolah adalah itu loh gaiiiis yang program kerja paling fenomenalnya nge-razia anak-anak gahol  kechabe-cabhean. xD 
Jadi, kalo di sekolah ada OSIS, nah kalo di universitas ada Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Bedanya, kalo di sekolah cuman ada satu yaitu OSIS doang itu tadi, kalo di Universitas mah Ormawa nya teh banyak gaiiis terus ada tingkatannya juga mulai dari Ormawa tingkat universitas, fakultas, dan jurusan/prodi. Tingkatannya beda namanya juga bakalan beda. 
Ormawa tingkat universitas itu namanya Dewan Mahasiswa (Dema) Universitas atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas. 
Ormawa tingkat fakultas namanya Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas atau BEM Fakultas.
Ormawa tingkat jurusan/prodi namanya Himpunan Mahasiswa Jurusan/Prodi (HMJ/HMP) atau BEM Jurusan (BEM-J)
Gimana, udah pada ngerti sama penjelasan akika ? atau malah tambah pucing ? wkwkwk
Oya, adapun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tapi kita gak akan bahas disini, maybe next time ya.

Apa saja bidang yang ada di HIMATIKA ?

Bidang-bidang yang ada di HIMATIKA itu ada 8,
1. Pengembangan Intelektual
2. Penegakkan Kode Etik dan Akhlakul Karimah
3. Pengembangan Aparatur Organisasi
4. Pengembangan Olah raga
5. Pengembangan Seni
6. Pengembangan Pers Mahasiswa
7. Kerjasama, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
8. Pengembangan Kewirausahaan

Nah karena banyak sekali hal yang perlu dikembangkan oleh para mahasiswa selaku anggota organisasi, maka dibentuklah bidang-bidang tersebut untuk menampung aspirasi, minat, bakat dan kreatifitas mahasiswa. Supaya berjalan dengan baik, maka kita perlu punya pemimpin yang mana pemimpin disini sebut saja dia seorang ketua umum. Ketua umum ini gak sendirian gaiis tapi ia dibantu oleh sekretaris umum, bendahara umum, para ketua bidang beserta jajarannya. Mereka inilah yang selanjutnya kita sebut pengurus HIMATIKA. Jadi intinya disini kita saling kerjasama gaiis, berjuang dan belajar bertanggung jawab supaya HIMATIKA bisa terus berkembang ke arah yang lebih positif.

Apa saja program kerja HIMATIKA ?
Banyak banget program kerja (proker) HIMATIKA dan gak akan cukup untuk aku bahas satu per satu disini. Jadi aku kasih tau garis besarnya aja deh. Cekidot

  1. Proker yang mendukung pengembangan akademik mahasiswa serta pengetahuan umum lainnya. Misalnya kuliah umum, forum diskusi dan sebagainya.
  2. Proker yang bisa membangunkan Spiritual Quotient kita. 
  3. Proker yang bersifat pengkaderan dan bisa membangkitkan jiwa kepemimpinan mahasiswa selaku generasi muda. 
  4. Proker yang mendukung minat bakat mahasiswa di bidang olahraga.
  5. Proker yang mendukung minat bakat mahasiswa di bidang seni dan kreatifitas.
  6. Proker yang mendukung pengelolaan informasi dan kreatifitas .
  7. Proker yang mendukung untuk melakukan suatu kerjasama, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Jadi, intinya bisa menumbuhkan rasa empati kita terhadap orang lain dan lingkungan sekitar.
  8. Proker yang mendukung semangat kewirausahaan bagi mahasiswa.
Nah itu dia gaiis, capruks banget kan -___- D:
Pada intinya, program kerja itu harus selaras dengan visi misi organisasi serta menimbulkan banyak manfaat untuk orang dan lingkungan disekitar kita. Setuju ? ^*^

Kenapa kamu masuk kepengurusan HIMATIKA ?

The answer for this question one is so simple. I wanna do something for people. 
Initially, I was a part of Pengembangan Intelektual as staff. Then, I moved to be a part of Pengembangan Aparatur Organisasi (PAO) for some reasons, and I was a part of  PAO as staff and financial manager.
Aku tahu aku tidak melakukannya secara maksimal disini and I admit it. I should be trying gave what the best of me, indeed they simply gave me the most. You know when I'd been being a part of them, I was learnt how to reduce my own selfishness slowly. You can figure out something or facts that shows you who you are and who they are as people.
For sure, when you get in some things or some places, pull your self together. Give your best then you will never regret anything.Fighting! :D

Apa pesan kesan dan harapan kamu tentang HIMATIKA ?

2 periode menjadi bagian dari kepengurusan suatu organisasi menurutku bukanlah waktu yang singkat. banyak banget pengalaman dan pelajaran yang selama ini telah aku dapatkan. I learnt about how to make some friends, and how to life with them. I learnt about how to make some priorities. I learnt about how to manage my times. I learnt about how to be a leader. I learnt about how to encourage myself to face and solve the problem, I learnt about what the meaning of togetherness is and soooo many more. Every moment of happiness, every moment of sadness and everything that we've been through in HIMATIKA will be the sweet memories that we can keep in forever. *.*
I hope that HIMATIKA will be and will always be better and better in the future.
Thank you HIMATIKA from the deepest of my heart. Thank you for everything you guys are awesome!
 HIMATIKA SELALU LEBIH BAIK YES YES YES ^.^v



Well then, that's enough for today, folks! have a great day :D

May 12, 2015

Cerita : Buku Tabungan Aku Hilang T.T

Posted by Unknown at 5:53 PM 0 comments
What a day! Aku cape banget hari ini gaiis. Selain aktivitas kuliah dan praktikum dari pagi sampe siang, aku harus urusin atm aku yang ke blokir. kalo mau benerin atm yang keblokir , harus ada buku tabungannya juga kan ? Nah itu dia masalah yang lebih ribet daripada atm ke blokir. bukan cuman pin atm yang ilang dari ingatan sampe jadinya keblokir tapi buku tabungan aku ternyata ilang juga. tanpa tabungan dan uang yang ada di atm itu, penerima beasiswa dari ortu seperti aku ini apa nasibnya coba ?  Buat urus-urus buku tabungan yang ilang, step pertama, aku pergi dulu ke bank sebut saja bank A yang terdekat dengan kampus karena aku buka rekening disana. Aku tanya-tanya dulu ke pak satpam sama customer service nya, kata CS nya aku harus minta surat keterangan kehilangan dulu dari kepolisian terdekat baru bisa dilakukan penutupan rekening atau pemindahan ke rekening yang baru. Setelah dapet hint dari pihak bank A itu, step kedua aku langsung cus ke polsek terdekat. Pas udah nyampe di polsek, pak polisi yang lagi piket itu bilang katanya kalo mau bikin surat keterangan kehilangan harus lapor dulu ke menwa yang ada di kampus baru bisa dapet cap kepolisian. ih ribet yah, udah mah panas hari ini tuh, tapi mau gak mau aku balik lagi ke kampus buat urusin itu surat, baru balik lagi ke ke kantor polisi. Oke ceritanya surat keterangan udah di cap lengkap, Step terakhir, kembali ke bank. aku putuskan untuk menutup rekening aja soalnya kalo mau sekalian pindah rekening baru bisa di proses besoknya dan aku gak bisa nunggu untuk besok karena aku rencananya mau pulang besok pagi banget, sementara bank baru bukanya kan jam 8 pagi. 
Oke fiks rekening ditutup dan uang di tarik. Tapi belum bisa balik ke kosan pemirsahh, takut ini uang kenapa-napa di tangan orang yang ceroboh kaya aku ini, takut lupa iti uang di taro di ingatan sebelah mana, mending aku simpen di rekening satunya lagi di bank yang berbeda sebutlah bank B. Jadi gini gaiis, aku punya dua rekening bank di 2 bank berbeda. Kalo bank A khusus buat terima transferan dari sponsorship keluarga alias ortu, sementara di bank B itu khusus buat aku nabung. Nah ceritanya aku udah ke bank B dan uang aku udah aman sekarang disimpan disana, insyaAllah. Ini jadi pengalaman dan pelajaran juga buat aku. Aku jadi bisa tahu apa yang harus dilakukan kalo kita kehilangan buku tabungan , terus lebih hati-hati lagi nyimpen barang, buku, surat,  atau apapun yang penting buat kita supaya jangan sampe kehilangan lagi. 
Itu dia cerita aku di hari ini, oya satu lagi,aku bersyukur karena sampai hari ini Allah masih kasih aku kesehatan,  dan segala urusanku dilancarkan oleh Allah, dan insyaAllah seterusnya. 
Well then, that's enough for today. Alhamdulillah :) 

February 27, 2015

Karya Ilmiah Mahasiswa

Posted by Unknown at 1:13 PM 0 comments
MEMBENTUK KARAKTER BANGSA MELALUI
PEMBELAJARAN MATEMATIKA
YANG BERNUANSA ISLAMI
Oleh : Devi Utari
Prodi Pendidikan Matematika UIN Sunan Gunung Djati Bandung
E-mail : utarydevia@gmail.com
Abstrak
Pendidikan budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warganegara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif.Pengembangan pendidikan karakter tersebut memuat 18 nilai-nilai yang perlu dikembangkan dan sesungguhnya berkorespondensidengan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam pedoman ajaran islamyakni Al-Qur’an dan Sunnah. Kini nilai-nilai pendidikan karakter diintegrasikan dalam semua mata pelajaran termasuk matematika.Pembelajaran matematika bernuansa islami dapat dijadikan referensi alternatif untuk membentuk karakter yang berasaskan nilai-nilai agama tanpa melupakan nilai-nilai luhur budaya bangsa.
A.      PENDAHULUAN
Permasalahan dunia pendidikan di Indonesia dewasa ini kerap kali menjadi sorotan dan tak jarang menjadi topik perbincanganbaik itu di media cetak, media elektronik, serta media masa lainnya. Selain itu, kalangan praktisi pendidikan, pemerhati pendidikan maupun pemuka masyarakat berbicara mengenai pemasalahan budaya dan karakter bangsa di berbagai forum diskusi atau seminar, baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Munculnya fenomena sosial mulai dari aksi tawuran antar pelajar, demonstrasi anarkis oleh mahasiswa, tidak jujur saat ujian, krisis budaya sopan santun, dan tindakan negatif lainnya, mengundang keprihatinan dan kekwawatiran akan nasib bangsa yang berada ditangan generasi muda. Tidak berlebihan jika kita menilai bahwa sistem pendidikan nasional kurang berhasil dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional untuk membentuk sumber daya manusia dengan karakter unggul dan berbudi pekerti luhur. Padahal mutu dan kualitas sumber daya manusia yang baik dibutuhkan Indonesia untuk membangun bangsa yang berkarakter mulia.
Sementara itu, umat Islam memandang bahwa kerusakan yang terjadi merupakan kesalahan dari manusia sendiri. Dalam QS. Ar-Rum (30:41) Allah berfirman sebagai berikut :
                                    ظَهَرَالْفَسَادُفِيالْبَرِّوَالْبَحْرِبِمَاكَسَبَتْأَيْدِيالنَّاسِلِيُذِيقَهُمْبَعْضَالَّذِيعَمِلُوالَعَلَّهُمْيَرْجِعُونَ
Telah nampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Departemen Agama RI,2006)
Tujuan pendidikan nasional pada intinya adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia. Dengan kata lain, pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga akan lahir generasi bangsa di masa depan yang tumbuh berkembang dengan karakter yang berasaskan nilai-nilai luhur bangsa serta agama. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, nilai-nilai keislaman mempunyai peranan yang sangat signifikan dalam pembentukan karakter di Indonesia. Dalam Islam, pendidikan yang terbaik tentunya adalah merujuk pada Al-Qur’an dan Sunnah serta ijtihad para sahabat. Al-Qur’an sebagai sumber kebenaran utama dan pedoman bagi umat Islam dalam menjalankan semua aspek kehidupan termasuk pendidikan. Demikian pula. Sunnah merupakan sumber kebenaran kedua setelah Al-Qur’an dan dipahami sebagai segala sesuatu yang disandarkan kepada Rasulallah SAW. Beliau merupakan uswatun hasanah (QS.Al-Ahzab : 21) dan prilakunya senantiasa terpelihara dan dikontrol oleh Allah (QS.An-Najm : 3-4) adalah jaminan Allah bahwa mencontoh Nabi dalam segala hal adalah suatu keharusan (Sarjono,2005).
Pemerintah sejak tahun 2010lalu telah merumuskanprogram Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa selanjutnya disingkat PBKB, memuat prinsip untuk mengembangkan nilai-nilai pendidikan karakter yang diintegrasikan dalam semua mata pelajaran. Melihat hal tersebut, maka dengan menerapkan nilai-nilai keislaman dapat menjadi alternatif yang strategis dalam pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa di semua mata pelajaran termasuk matematika. Pembelajaran matematika bernuansa islami yakni pembelajaran olah fikir dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dapat dijadikan referensi alternatif untuk membentuk karakter yang berasaskan nilai-nilai agama tanpa melupakan nilai-nilai luhur budaya bangsa.
B.       PEMBAHASAN
1.        Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU Sisdiknas No. 20 tahun2003:2). Dalam proses pendidikan budaya dan karakter bangsa secara aktif peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya, melakukan proses internalisasi dan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat, dan mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat.
Menurut buku pedoman Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (Pusat Kurikulum,2010) karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak.
Lebih lanjut buku pedoman PBKB trsebut merumuskan bahwa pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya sebagai anggota masyarakat dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif, dan kreatif. Adapun nilai-nilai yang dirumuskan oleh Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas dalam pengembangan pendidikan karakter adalah sebagai berikut:
  1.  Religius, adalah sikap dan perilaku patuh dalam melaksanakan ajaran agama yangdianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
  2. Jujur, adalah perilaku yang menunjukkan dirinya sebagai orang yang dapatdipercaya, konsisten terhadap ucapan dan tindakan sesuai dengan hati nurani. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD.
  3. Toleransi, adalah sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan, baik perbedaan agama, suku, ras, sikap atau pendapat dirinya dengan orang lain.
  4. Disiplin, adalah tindakan yang menunjukkan adanya kepatuhan, ketertibanterhadap ketentuan dan peraturan yang berlaku.
  5. Kerja keras, adalah perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalammenghadapi dan mengatasi berbagai hambatan belajar, tugas atau yang lainnya dengan sungguh-sungguh dan pantang menyerah.
  6. Kreatif, adalah kemampuan olah pikir, olah rasa dan pola tindak yang dapat menghasilkan sesuatu yang baru dan inovatif.
  7. Mandiri, adalah sikap dan perilaku dalam bertindak yang tidak tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan suatu masalah atau tugas.
  8. Demokratis, adalah cara berpikir, bersikap dan bertindak dengan menempatkanhak dan kewajiban yang sama antara dirinya dengan orang lain.
  9. Rasa ingin tahu, adalah sikap dan tindakan yang menunjukkan upaya untuk mengetahui lebih dalam tentang sesuatu hal yang dilihat, didengar, dan dipelajari.
  10. Semangat kebangsaan, adalah cara berpikir, bertindak dan cara pandang yanglebih mendahulukan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan kelompok.
  11. Cinta tanah air, adalah cara berpikir, bersikap dan bertindak yang menunjukkan rasa kesetiaan yang tinggi terhadap bangsa dan negara.
  12. Menghargai prestasi, adalah sikap dan perilaku yang mendorong dirinya untuk secara ikhlas mengakui keberhasilan orang lain atau dirinya.
  13. Bersahabat/komunikatif, adalah tindakan yang mencerminkan atau memperlihatkan rasa senang dalam berbicara, bekerja atau bergaul bersama dengan orang lain.
  14. Cinta damai, adalah sikap perilaku, perkataan atau perbuatan yang membuat orang lain merasa senang, tentram dan damai.
  15. Gemar membaca, adalah sikap atau kebiasaan meluangkan waktu untuk membaca buku-buku yang bermanfaat dalam hidupnya, baik untuk kepentingan sendiri atau orang lain.
  16. Peduli lingkungan, adalah sikap perlaku dan tindakan untuk menjaga, melestarikan dan memperbaiki lingkungan hidup.
  17.  Peduli sosial, adalah sikap dan tindakan yang selalu memperhatikan kepentinganorang lain dalam hidup dan kehidupan.
  18. Tanggung jawab, adalah sikap dan perilaku seseorang yang ditunjukkan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. 
2.        Integrasi Nilai-Nilai Ajaran Islam
Dalam Islam, pendidikan yang terbaik tentunya adalah merujuk pada Al-Qur’an dan Sunnah serta ijtihad para sahabat. Al-Qur’an sebagai sumber kebenaran utama dan pedoman bagi umat Islam dalam menjalankan semua aspek kehidupan termasuk pendidikan. Demikian pula. Sunnah merupakan sumber kebenaran kedua setelah Al-Qur’an dan dipahami sebagai segala sesuatu yang disandarkan kepada Rasulallah SAW. Beliau merupakan uswatun hasanah (QS.Al-Ahzab : 21) dan prilakunya senantiasa terpelihara dan dikontrol oleh Allah (QS.An-Najm : 3-4) adalah jaminan Allah bahwa mencontoh Nabi dalam segala hal adalah suatu keharusan(Sarjono, 2005).
Allah berfirman dalam QS. Al Baqarah (2:177) sebagai berikut :
لَّيْسَالْبِرَّأَنتُوَلُّواْوُجُوهَكُمْقِبَلَالْمَشْرِقِوَالْمَغْرِبِوَلَـكِنَّالْبِرَّمَنْآمَنَبِاللّهِوَالْيَوْمِالآخِرِوَالْمَلآئِكَةِوَالْكِتَابِوَالنَّبِيِّينَوَآتَىالْمَالَعَلَىحُبِّهِذَوِيالْقُرْبَىوَالْيَتَامَىوَالْمَسَاكِينَوَابْنَالسَّبِيلِوَالسَّآئِلِينَوَفِيالرِّقَابِوَأَقَامَالصَّلاةَوَآتَىالزَّكَاةَوَالْمُوفُونَبِعَهْدِهِمْإِذَاعَاهَدُواْوَالصَّابِرِينَفِيالْبَأْسَاءوالضَّرَّاءوَحِينَالْبَأْسِأُولَـئِكَالَّذِينَصَدَقُواوَأُولَـئِكَهُمُالْمُتَّقُونَ
“Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab,dan nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan, peminta-minta dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan solat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanj, dan orang-orang yang sabardalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benardan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (Departemen Agama RI,2006)

Menurut Wira Indra (2013) pada QS. Al-Baqarah (2:177)  tersebut memuat beberapa indikator dan karakteristik manusia ideal yaitu :
a.       Indikator : Beriman pada Allah, malaikat, nabi, kitab suci
Karakter : Visioner, future, suci, teladan, ilmuwan
b.      Indikator : Memberikan harta yang dicintai pada kerabat, fakir miskin dan anak yatim
Karakter : Dermawan, cerdas interpersonal, empati
c.       Indikator : Melaksanakan shalat dan zakat
Karakter : Displin, religius, pekerja keras
d.      Indikator : Memerdekakan umat dari kebodohan, kemiskinan dan menepati janji
Karakter : Agen perubahan, reformis, amanah
e.       Indikator : Sabar dalam kemelaratan dan penderitaan
Karakter : Optimis dan memiliki determinasi.
Apabila kita perhatikan kandungan nilai-nilai karakter pada QS. Al-Baqarah (2:177) diatas, akan kita dapati bahwa terdapat korespondensi antara 18 nilai-nilai pendidikan karakter yang dirumuskan dalam program PBKB dengan ayat Al-Qur’an tersebut. Bahkan nilai-nilai yang termuat dalam ayat-ayat Al-Qur’an cenderung lebih kompleks dengan makna yang lebih mendalam. Sebenarnya masih banyak lagi nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an maupun Sunnah tentang pendidikan karakterjika kita mau mempelajarinya lebih lanjut. Untuk memudahkan pemahaman mengenai hal tersebut dapat kita rumuskan menjadi tiga garis besar mengenai nilai-nilai agama Islam,yaitu nilai aqidah, nilai akhlak dan nilai ibadah.
a.       Nilai Aqidah
Nilai aqidah yaitu nilai yang berhubungan langsung dengan Allah SWT Nilai-nilai aqidah mengajarkan manusia untuk percaya akan adanya Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa sebagai Sang Pencipta alam semesta, yang akan senantiasa mengawasi dan memperhitungkan segala perbuatan manusia di dunia. Dengan merasa sepenuh hati bahwa Allah itu ada dan Maha Kuasa, maka manusia akan lebih taat untuk menjalankan segala sesuatu yang telah diperintahkan oleh Allah dan takut untuk berbuat dhalim atau kerusakan di muka bumi ini.
b.      Nilai Akhlak
Nilai akhlak yaitu nilai yang berhubungan dengan perbuatan manusia terhadap dirinya sendiri, orang lain serta lingkungan dan alam semesta. Nilai-nilai akhlak mengajarkan kepada manusia untuk bersikap dan berperilaku yang baik sesuai norma atau adab yang benar dan baik, sehingga akan membawa pada kehidupan manusia yang tenteram, damai, harmonis, dan seimbang.
c.       Nilai Ibadah
Nilai ibadah yaitu nilai yang mengajarkan pada manusia agar dalam setiap perbuatannya senantiasa dilandasi hati yang ikhlas guna mencapai rido Allah. Pengamalan konsep nilai-nilai ibadah akan melahirkan manusia-manusia yang adil, jujur, dan suka membantu sesamanya.

3.        Pembelajaran Matematika yang Bernuansa Islami
Pembelajaran matematika tidak terlepas dari ilmu-ilmu yang lain. Pembelajaran matematika juga dapat diintegrasikan dengan pendidikan agama, khususnya agama Islam. Pembelajaran matematika berasaskan keislaman dapat digunakan untuk memperkuat karakter bangsa. Pembelajaran Matematika bernuansa Islami adalah pembelajaran yang melibatkan proses berfikir matematis yang dikembangkan dengan cara menanamkan nilai-nilai ajaran Islam sedemikian hingga proses belajar lebih bermakna.
Sebagai (calon) tenaga pendidik atau guru khususnya guru matematika yang terlibat dan berinteraksi langsung dengan peserta didik, mereka memiliki peran strategis dalam menerapkan pembelajaran matematika yang bernuansa Islami. Pada praktek pembelajarannya, nilai-nilai ajaran Islam harus dirumuskan secara tertulis ke dalam bentuk Indikator Penanaman Nilai yang disesuaikan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam seluruh perangkat pembelajaran yaitu mulai dari Silabus, RPP, bahan ajar, media pembelajaran serta evaluasi pembelajaran. Segenap perangkatpembelajaran yang telah disusunharus diintegrasikan dalam materi tiap mata pelajaran. Dengan begitu tak satu pun materi yang terlepas dari nilai sehingga siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi diharapkan memperoleh keberkahan dari ilmu itu sendiri.

4.        Membentuk Karakter melalui Strategi Pembelajaran Matematika yang Bernuansa Islami
Dalam setiap pembelajaran, diperlukan suatu cara atau strategi agar setiap materi dapat dapat tersampaikan secara mudah dan efektif. Strategi Pembelajaran merupakan seperangkat metode yang dipilih dalam rangka melaksanakan proses pembelajaran. Sehingga strategi pembelajaran dapat memberikan kemudahan fasilitas kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran. Menurut Yasri (2009), beberapa strategi pembelajaran yang dikaitkan dengan penanaman nilai-nilai ajaran islam yang dapat dilakukan dalam pembelajaran mata pelajaran matematika, yaitu: selalu menyebut nama Allah, penggunaan istilah, Ilustrasi visual, aplikasi atau contoh-contoh, menyisipkan ayat atau hadits yang relevan, penelusuran sejarah, jaringan topik, simbol ayat-ayat kauniah.
  1. Selalu menyebut nama Allah.
    Sebelum pembelajaran dimulai, ditradisikan diawali dengan membaca Basmalllah dan berdoa bersama-sama. Bahkan akan lebih baik jika dalam RPP memuat secara tertulis penyebutan atau pengucapan Basmallah dan membaca doa belajar. Kemudian pada setiap tahap demi tahap dalam penyelesaian permasalahan matematika serta ketika mengakhiri kegiatan pembelajaran diupayakan ditutup secara bersama-sama dengan mengucap Alhamdulillah. Tenaga pendidik atau pengajar hendaknya selalu mengingatkan kepada peserta didik betapa pentingnya kita selalu ingat kepada Allah, serta mengatas namakan Allah untuk segala aktivitas dan bersyukur kepada Allah, terlebih lagi ketika sedang menggali ilmu-Nya Allah.
  2. Penggunaan Istilah Istilah dalam matematika sangat banyak. Diantara istilah tersebut dapat dinuansi dengan peristilahan dalam ajaran islam, antara lain : penggunaan nama, peristiwa atau benda yang bernuansa islam. Misalnya : nama (Ahmad, Fatimah, Khodidjah), peristiwa (mewakafkan tanah dengan ukuran luas tertentu, kecepatan perjalanan ketika melakaukan sa’i dari Saffa ke Marwa waktu ibadah haji), benda-benda ( himpunan kitab-kitabsuci, himpunan masjid).
  3.   Ilustrasi visual Alat-alat dan media pembelajaran dalam mata pelajaran matematika dapat divisualisasikan dengan gambar-gambar atau potret yang islami. Misalnya dalam membicarakan simetri dapat dicontohkan ornamen-ornamen masjid atau mushollah, dalam pembahasan bangun ruang dapat menampilkan ka’bah, dalam pembahasan bangun datar dapat menampilkan luas sajaddah.
  4. Aplikasi atau contoh-contoh 
    Dalam menjelaskan suatu kompetensi dapat menggunakan bahan ajar dengan memberikan contoh-contoh aplikatif. Misalnya dalam pembahasan pecahan dapat dikaitkan dengan pembagian harta warisan yang sesuai dengan pedoman dalam Al-Qur’an (Surat An-Nisaa’ ayat 11 dan 12) dan Hadits. Materi tentang uang dan perdagangan dapat diterangkan dengan bantuan praktek bank syariah dengan sistem bagi hasil.
  5.  Menyisipkan ayat atau hadist yang relevan Dalam pembahasan materi tertentu dapat menyisipkan ayat atau hadits yang relevan, misalnya dalam pembahasan aritmetika social, disisipkan ayat 9 dan 10 surat Al-Jumu’ah (tentang perniagaan) dan hadits tentang jual beli. Ketika membahas tentang sudut dan peta mata angin disisipkaan Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 96 tentang peredaran matahari dan bulan. Ketika membahas pecahan disisipkan ayat 11 dan 12 surat An-Nisaa’ tentang tata cara pembagian warisan. 
  6. Penelusuran sejarah Penjelasan suatu kompetensi dapat dikaitkan dengan sejarah perkembangan ilmu pengetahuan oleh sarjana muslim. Misalnya dalam pembahasan bilangan bulat dapat disampaikan penemu bilangan nol, pada penjelasan materi trigonometri dapat dijelaskan penemuan sinus dan kosinus oleh Ibnu Jabbir Al Battani, penemuan rumus akar persamaan kuadrat (terkenal rumus ABC) dalam aljabar yang ditemukan oleh Al Khawarizmi, yang menemukan sebuah bilangan yang dapat dibagi oleh semua angka yang ditemukan oleh Ali bin Abu Thalib.
  7. Jaringan topik Mengaitkan matematika dengan topic-topik dalam disiplin ilmu lain. Misalnya dalam menjelaskan bahasan tentang relasi dengan rantai makanan makan, seperti ayam makan padi, burung makan serangga, atau kerbau makan rumput dikaitkan dengan rizki yang Allah berikan kepada segenap makhluk-Nya di muka bumi ini. Atau menjelaskan tentang terbentuknya bangun ruang yang berasal dari bangun datar, bangun datar berasal dari sebuah garis, sebuah garis berasal dari sebuah titik yang akhirnya titik berasal dari sebuah zat yang diciptakan oleh Yang Serba Maha, yang sampai sekarang belum ada seorang pun yang mampu mendefinisikan sebuah titik, karena sebuah titik adalah rahasia Allah SWT.
  8. Simbol ayat-ayat kauniah (ayat-ayat alam semesta) Dalam mengajarkan tentang simetri putar dapat diberikan contoh betapa teraturnya Allah menciptakan gerakan beredarnya bulan mengelilingi bumi dan bumi mengelilingi matahari, atau tentang rotasi bumi pada sumbunya. Ketika mengajarkan tentang bilangan tak hingga dapat dikaitkan dengan banyaknya pasir di pantai atau berapa liter air laut di muka bumi ini atau berapa volume udara yang dihirup oleh makhluk hidup selama masih ada kehidupan di dunia ini.
Strategi ini akan efektif jika kita mengkaji dan menyiasati materi yang kemungkinan bisa dinuansai atau disisipi nilai-nilai ajaran Islam dalam pembelajaran dengan tidak menyimpang dari Standar Kompetensi atau Kompetensi Dasar yang dijabarkan dalam uraian materi.Dengan penerapan dan pembiasaan pembelajaran matematika bernuansa islami dapat dijadikan upaya alternatif untuk membentuk karakter insan Indonesia yang berasaskan nilai-nilai agama tanpa melupakan nilai-nilai luhur budaya bangsa.

C.      KESIMPULAN
Pembelajaran Matematika bernuansa Islami adalah pembelajaran yang melibatkan proses berfikir matematis yang dikembangkan dengan cara menanamkan nilai-nilai ajaran Islam sedemikian hingga proses belajar lebih bermakna. Nilai-nilai ajaran Islam dapat rumuskan menjadi tiga garis besar yaitu nilai-nilai agama Islam yaitu nilai aqidah, nilai akhlak dan nilai ibadah. Diperlukan suatu cara atau strategi dalam pembelajaran matematika yang bernuansa Islam. Strategi pembelajaran yang dikaitkan dengan penanaman nilai-nilai ajaran islam dalam pembelajaran mata pelajaran matematika, yaitu: selalu menyebut nama Allah, penggunaan istilah, Ilustrasi visual, aplikasi atau contoh-contoh, menyisipkan ayat atau hadits yang relevan, penelusuran sejarah, jaringan topik, simbol ayat-ayat kauniah.
Dengan penerapan dan pembiasaan pembelajaran matematika bernuansa islami dapat dijadikan upaya alternatif dan diprediksi dapat membentuk karakter insan Indonesia yang berasaskan nilai-nilai agama tanpa melupakan nilai-nilai luhur budaya bangsa.pembelajaran matematika bernuansa islami merupakan sebuah rancangan proses pembelajaran yang tetap memerlukan pengkajian lebih dalam dan pengembangan lebih lanjut supaya lebih matang lagi.


DAFTAR PUSTAKA
Departemen Agama RI. (2006). Al-Qur'an Dan Terjemahnya. Surabaya: Karya Agung.
Sarjono. (2005). Nilai-Nilai Dasar Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam , 138.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pusat Kurikulum. (2010). Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta:  Puskur Balitbang Kemendiknas.
Wira Indra S (2013). Peran Guru Profesional Dalam Membangun Karakter Anak Bangsa. 19.
Yusri.(2009). Strategi Pembelajaran Matematika yang Bernuansa Islami.


 

Sakura's Diary Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review